Jakarta City Blessing

Perjanjian Baru
Ibrani 8:10-12

Kita sebagai anak-anak Tuhan banyak yang mengerti tentang Perjanjian Lama. Jika anak-anak sekolah minggu di tanya apa itu Perjanjian Lama kebanyakan tahu bahwa itu adalah Hukum Taurat, atau lebih terkenal lagi sebagai 10 perintah Tuhan.

Namun jika ditanya apa itu Perjanjian Baru kita akan mendapatkan berbagai jawaban yang mereka sendiri kurang yakin. Lebih repot lagi jika anak-anak ini bertanya pada orang tuanya, mereka akan mendapatkan cerita yang panjang lebar tentang Alkitab namun jadi tambah bingung.

Apakah Perjanjian Baru yang Tuhan janjikan untuk menggantikan Perjanjian Lama?

Perjanjian Baru kita adalah ayat Ibrani 8:10-12

“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan.

“Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka,

Maka Aku akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”

Untuk lebih jelas lagi mari kita lihat satu per satu dan kita bahas artinya.

Perjanjian Pertama
“Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka

Tuhan berjanji dalam Perjanjian Baru bahwa Ia sendiri yang akan menaruh hukum-Nya dalam akal budi kita dan menuliskannya dalam hati kita. Kita tahu juga bahwa Roh Kudus yang menulis dalam hati kita, hal itu tertulis di 2 Kor 3:2-3 (“3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.”).

Ini berarti hukum Tuhan itu ada pada pikiran & hati kita. Roh Kudus sendiri yang akan memimpin kita dalam kehidupan sehari-hari sehingga kehidupan Kristen kita tidak penuh dengan beban. Dia yang akan memimpin dan menunjukkan pada kita apa yang harus kita lakukan atau yang jangan/tidak kita lakukan. Kita akan merasa damai & sukacita saat mengikuti pimpinanNya. Sebaliknya jika ada sesuatu yang bukan kehendak Nya terjadi, maka kita akan merasakan tidak ada damai sejahtera.

Bahkan dalam suatu keadaan kita dapat mengatakan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan namun sangat penuh hikmat. Jangan sombong karena itu adalah Roh Kudus yang ada dalam hati kita yang berbicara. Roh Kudus adalah Roh yang penuh hikmat.

Saat kita di pimpin oleh Roh Kudus, berbagai perubahan juga akan terjadi dari dalam keluar tanpa disadari. Bahkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk dalam kehidupan kita bisa diganti tanpa kita sadari dengan kebiasaan-kebiasaan baru yang baik.

Perjanjian Kedua
Maka Aku akan menjadi Tuhan mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Saat Tuhan Bapa menjadi Tuhan kita dan kita menjadi umat Nya maka kita semua mempunyai kuasa dan otoritas. Oleh sebab itu Tuhan Yesus berkata “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi .” (Mat 28:18) dan “Engkau akan menerima kuasa saat Roh Kudus turun... ”  (Kis 1:8). Pertama saat Tuhan Yesus bangkit Ia telah merampas kembali segala kuasa & otoritas yang telah diambil si Iblis saat Adam jatuh. Saat kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan & Juru Selamat, kita di materaikan oleh Roh Kudus & di beri kuasa dan otoritas dalam nama Yesus. Oleh karena itu kita harus percaya bahwa kemanapun kita pergi, kita membawa otoritas dan kuasa itu. Dalam Perjanjian Lama orang yang sakit saat menjamah orang yang tahir, orang yang tahir akan menjadi sakit. Namun di Perjanjian Baru orang sehat menjamah orang yang sakit, orang yang sakit akan sembuh. Kita dapat lihat dalam kehidupan para Rasul di Kisah Rasul 5:15-16 dikatakan bahwa semua orang disembuhkan.

Di buku Perjanjian Baru (1 Petrus 2:9) di katakan juga bahwa kita semua yang berada dalam Kristus ialah Imam & Raja sekaligus, Imamat yang Rajani. Kita tahu bahwa setiap perkataan Raja ada kuasa, Pengkhotbah 8:4.

Sebagai Imam tugas kita adalah untuk melayani, menyatakan berkat dan dengan ucapan kita segala perkara selesai, Ulangan 21:5.

Perjanjian Ketiga
Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Ayat ini menyatakan bahwa kita yang telah menerima Kristus mempunyai hubungan yang sangat intim dengan-Nya. Tuhan Roh Kudus ada dalam hati kita sehingga kita dapat mendengar suara-Nya dan pimpinan-Nya. Disini kita sering dengar dari khotbah-khotbah tentang bagaimana mendengar suara Tuhan. Ada yang menawarkan 7 langkah, namun ada juga yang 10 langkah dan ketentuannya sangat rumit. Mereka membawa kita kembali di bawah Hukum Taurat seolah-olah kita harus memakai kemampuan/usaha kita untuk dapat mendengar suara-Nya. Ujung-ujungnya kita merasa tertuduh karena kita kurang cukup baik/kudus untuk mendengar Dia. Banyak orang Kristen juga mempunyai impresi bahwa kita harus mendengar secara audible seperti nabi Samuel saat dia masih kecil, “Samuel, Samuel”. Di Perjanjian Baru hubungan kita dengan Tuhan telah di pulihkan oleh darah Tuhan Yesus sehingga Alkitab mengatakan Roh Kudus adalah kekasih kita. Kita tahu bahwa keintiman selalu berbicara dengan lembut. Roh Kudus selalu berbicara dalam hati kita dengan suara lemah lembut (still small voice).

Cara lain Roh Kudus berbicara ialah lewat surat cinta-Nya kepada kita, Alkitab. Saat kita membaca ayat-ayat di Alkitab ada ayat-ayat yang akan keluar dan menjadi terasa hidup untuk kita (rhema). Kita tahu itu adalah suaraNya.

Penyebabnya – The Cause
Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”

Ketiga perjanjian diatas adalah hasil klausul yang terakhir yaitu Tuhan dapat melakukan seluruh perjanjian-Nya karena Ia menaruh belas kasihan terhadap kesalahan kita dan tidak lagi mengingat dosa-dosa kita. Pertanyaan kita adalah kenapa Tuhan melakukan hal-hal tersebut, apakah Ia menjadi lemah dan pelupa? Jawabannya adalah tidak. Tuhan selalu sama, Ia harus menghukum segala kesalahan kita dan Ia tidak akan lupa untuk menganjar dosa. Dia harus lakukan itu karena Ia Tuhan yang adil. Dosa harus dibayar mahal. Namun karena kasih-Nya yang luar biasa terhadap dunia ini, maka Ia mengirimkan Anak-Nya yang tunggal untuk menggantikan kita. Ia yang tanpa dosa menjadi dosa karena kita sehingga kita yang berdosa akan dibenarkan oleh darah-Nya. Tuhan mengingat segala dosa kita tapi Ia ingat semua itu 2000 tahun yang lalu saat dilimpahkan-Nya pada tubuh anak-Nya yang tunggal.

Saat kita renungkan kembali semua perjanjian diatas kita akan bertanya apa yang saya harus lakukan? Apa bagian saya? Ternyata Perjanjian Baru ini sangat beda dengan Perjanjian Lama di mana fokusnya adalah kita, kita tidak boleh ini dan itu. Dalam Perjanjian Baru semuanya dilakukan oleh Tuhan sendiri. Bagian kita hanya satu: PERCAYA bahwa Tuhan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan kita dan tidak lagi mengingat dosa-dosa kita!

Ibrani 8:13
Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat pada kemusnahannya

AMEN

Sumber :
Bahan Khotbah Ps. Harry Prabowo
Pada kebaktian I, Minggu tgl 21 Januari 2007
Di Gereja Jakarta City Blessing

Jadwal Kebaktian Jakarta City Blessing-Bellagio

pkl. 9.00 - 11.00 WIB
Bertempat di The Bellagio Mall Lt.2-01 Jl. Mega Kuningan Barat Kav. E4 No. 3 Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan

Jadwal Life Is A Gift